Kamis, 07 Juli 2011

ular



Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan.

Menurut habitatnya, ular dapat dibagi menjadi 5, yaitu :
• Ular Air (Aquatik)
Ular air adalah ular yang seluruh hidupnya (melakukan segala aktifitasnya) di dalam air. Contoh : Ular laut (Laticauda laticauda). Ular air yang sesungguhnya hanyalah ular laut.
• Ular Setengah Perairan (Semi Aquatik)
Ular ini terkadang melakukan aktifitasnya di darat dan di air. Contohnya : Homalopsis buccata (ular Kadut)
• Ular Darat (Terresterial)
Ular ini hidup di darat, dan melakukan seluruh aktifitasnya di darat. Contoh : Ptyas mucosus (Ular bandotan macan)dan Elaphe flavolineata (Ular Kopi)
• Ular Pohon (Arboreal)
Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di pohon (arboreal). Biasanya ular pohon ekornya prehensil (dapat untuk berpegangan / bergelantungan) Contoh : Boiga dendrophila (cincin emas) dan Dryophis prasinus (Ular pucuk)
• Ular Gurun
Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di gurun. Ular gurun biasanya menyembunyikan diri di bawah pasir untuk menghindari sengatan matahari. Contoh : Crotalus artox, ular derik, rattle

Catatan:
• Ular sangat senang tinggal di tempat yang lembab
• Kadang ditemukan berjemur di panas matahari, tetapi kebanyakan waktunya digunakan untuk bersembunyi menunggu mangsa sesuai dengan habitatnya.
• Ular juga senang berpindah-pindah tergantung dimana ia bisa mendapatkan mangsanya
• Ular juga senang tinggal di daerah dekat air yang tenang.
• Ular adalah perenang dan pemanjat yang ulung.

Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.
Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil.
Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat Rhampotyphlops braminus, sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. Ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (partenogenesis).

Berdasarkan tipe giginya, ular dibedakan menjadi :
1. Aglypha : Tidak memiliki taring bisa.
Contoh : Ptyas korros (Ular kayu), Python reticulatus (Ular sanca batik). Ular ini tidak berbisa


2. Ophistoglypha : Memiliki taring bisa pendek dan terletak agak ke belakang pada rahang atas.
Contoh : Boiga dendrophila. (ular cincin emas). Ular ini berbisa menengah.


3. Proteroglypha : Memiliki taring bisa panjang dan terletak di bagian depan.
Contoh : Naja naja sputatrix (ular kobra), Ophiophagus hannah (ular king kobra) Ular ini berbisa tinggi.


4. Solenoglypha : Memiliki taring bisa sangat panjang di bagian depan dan dapat dilipat.
Contoh : Agkistrodon rhodhostoma (Ular tanah) Ular ini berbisa tinggi.

Berikut ini beberapa cara ular memangsa :
a. Menelan langsung
b. Membelit
c. Menyuntikkan bisa
Bisa sebenarnya merupakan protein yang di produksi oleh kelenjar bisa yang berada di dalam kepala. Pada kelenjar bisa terdapat saluran yang menghubungkan ke taring bisa yang memiliki lubang pada ujung bawahnya. Khusus pada jenis Naja naja (ular Kobra) lubang saluran bisanya berada di ujung bagian depan gigi taring, sehingga ular-ular jenis ini dapat menyemburkan/menyemprotkan bisanya. Kelenjar bisa ini sama dengan kelenjar ludah pada manusia. Bisa pada ular berfungsi selain sebagai senjata untuk membunuh musuhnya, juga membantu sistem pencernaan.
Jenis Bisa dibagi berdasarkan lokasi organ tubuh yang menjadi sasaran racun ular :
a. Neurotoxin: Menyerang dan mematikan jaringan syaraf
 Terjadi kelumpuhan pada alat pernafasan
 Kerusakan pada pusat otak
 Efek gigitan yang langsung terasa adalah korban merasa ngantuk
b. Haemotoxin: Menyerang darah dan sistem sirkulasinya
 Terjadi haemolysis
 Transport O2 ke tubuh terganggu, terutama metabolisme sel
Organ organ lain yang akan terganggu sistem kerjanya oleh bisa ular antara lain: jantung, ginjal, otot, sel-sel darah dan jaringan-jaringan yang lain.

Perbedaan ular berbisa tinggi dan rendah
Jika kita mengamati dengan teliti, ada beberapa hal yang dapat membedakan ular yang berbisa tinggi dan berbisa rendah. Namun beberapa ciri berikut masih belum secara tepat menunjukkan tingkatan bisa ular, sehingga perlu pengamatan dan penelitian lebih lanjut.
a. Ular berbisa rendah
• Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif
• Beraktifitas pada siang hari (diurnal)
• Membunuh mangsanya dengan membelit
• Bentuk kepalanya bulat telur (oval)
• Tidak memiliki taring bisa
• Gigitannya tidak mematikan
• Setelah menggigit langsung lari
b. Ular berbisa tinggi
• Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri
• Beraktifitas pada malam hari (nocturnal)
• Membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa
• Bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna
• Memiliki taring bisa, racun mematikan
• Kanibal
• Setelah menggigit, masih tinggal ditempat
c. Pengecualian
Berikut ini yang tidak sesuai dengan ketentuan
• Berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam :
1. Ular King Kobra - Ophiophagus hannah
2. Ular Kobra Naja naja sputratix
• Berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang
1. Ular weling - Bungarus candidus
2. Ular welang - Bungarus fasciatus
3. Ular picung/pudak seruni
4. Semua jenis ular laut
• Tidak berbisa, keluar malam hari, gerakan lamban
1. Semua jenis ular phyton dan ular boa
2. Ular Pelangi - Xenopeltis unicolor
3. Dll

Berikut beberapa contoh ular beserta deskripsinya.



Genus : Python curtus Schlegel, 1872
N.I. : Blood Python, Shorted-tailed Python, Sanca darah,ular dipong (Jawa)
a. Ciri-ciri :
• Tubuh bagian dorsal berwarna coklat gelap dengan corak kehitaman berbentuk segi empat tak beraturan dengan dikelilingi gris agak terang (kuning kecoklatn)
• Tubuh bagian ventral berwarna coklat kekuningan
• Pada kepala terdapat corak seperti mata tombak (segitiga) berwarna coklat gelap
• Terdapat garis hitam dari belakang hidung melewati mata sampai kepala bagian belakang
• Mata bulat besar, pupil mata elips vertikal
• Panjangnya ± 8000 mm
b. Habitat : Darat, hutan, dekat air
c. Aktivitas : Noctural
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Mamalia besar, unggas
f. Distribusi : Jawa, Sumatra, Kalimantan, Malaysia



Species : Elaphe radiata Schlegel, 1837
N.I. : Copperhead Racer, Striped Racer, Ular Trawang, Ular Lanang Sapi (Jawa), Ular Tikus.
a. Ciri-ciri :
• Tubuh bagian dorsal berwarna kekuningan, dengan empat garis longitudinal berwaran hitam pada bagian tubuh depan
• Tubuh bagian depan belakang berwarna kuning
• Tubuh bagian ventral berwarna kuning
• Terdapat garis hitam dari mata dan melintang pada bagian belakang kepala
• Panjangnya ± 2000 mm
• Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
b. Habitat : Darat, lading
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Burung dan Tikus
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan



Species : Dendrelaphis pictus
N.I. : Painted Bronzeback, Ular Tampar (Jawa), Ular Tali Picis, Ular Lidi
a. Ciri-ciri :
• Tubuh coklat dan ada 2 garis hitam memanjang dari kepala ke ekor
• Bagian bawah terdapat garis kunig memanjang hingga ekor
• Jika marah, muncul bintik putih di leher
• Lidah berwarna merah
• Kepala oval
• Mata horizontal, panjangnya ± 1000 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Katak, tikus, belalang, cicak, jangkrik
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, sulawesi, papua
f. Type bisa : Jika menggigit manusia tidak berbahaya, tetapi racun nya sangat mematikan untuk sesama ular.



Species : Boiga dendrophila Boie, 1827
N.I. : Mangrove Snake, Ular Cincin Emas, Ular Taliwongso
a. Ciri-ciri :
• Tubuh bagian dorsal berwarna hitam dengan garis-garis kuning atau putih disisi lateral dengan jarak satu garis dengan yang lain agak teratur. Ada juga yang berwarna hitam putih.
• Tubuh bagian ventral berwarna hitam atau kebiru-biruan
• Labial bawah berwarna kuning dengan garis-garis hitam kecil
• Mata bulat dengan pupil mata elips vertikal
• Panjangnya ± 2500 mm
b. Habitat : Pohon, hutan bakau
c. Aktivitas : Noctural, malam hari
d. Tipe gigi : Ophiestoglypha
e. Makanan : Burung, telur, tikus
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang, Singapore, Malaysia, Philippine, Siam, Nias



Species : Dryophis prasinus Boie,1827
N.I. : Green Whip Snake, Oriental Whip Snake, Gadung Pari (Jawa), Ular Daun, Ular Pucuk (Jawa Barat).
a. Ciri-ciri :
• Tubuh bagian dorsal berwarna hijau, hijau kecoklatan atau keabuabuan-coklat
• Saat ketakutan atau marah, bagian leher mengembang akan terlihat warna hitam putih dan biru
• Tubuh bagian lateral terdapat garis kuning atau putih
• Tubuh bagian ventral berwarna hijau
• Kepala panjang dengan dengan moncong meruncing
• Mata horizontal, panjangnya ± 2000 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Kadal, katak
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang



Species : Ophiophagus Hannah Cantor, 1836
N.I. : King Cobra, Hamadryad, Ular Tedung, Ular anang (Java); Oraj totok (Java); Ular tedong selor (Kalimantan)
a. Ciri-ciri :
• Hitam pekat atau abu – abu, putih, dan coklat dengan garis – garis melintang ditubuhnya, tergantung habitat.
• Gerakannya sangat agresif, berani pada musuh, mengejar
• Kepala oval, dengan sisik yang besar
• Pada leher bawah berwarna kuning dan kadang ada gambar matanya (tergantung habitat)
• Panjangnya hingga mancapai 6000 mm
• Jika marah akan menegakkan tubuhnya hingga 1/3 panjang tubuhnya mengembangkan lehernya.
b. Habitat : didarat khususnya daerah berkapur, kering
c. Aktivitas : siang dan malam hari
d. Makanan : ular
e. Populasi : Nias, Sumatra, Bangka, Belitung, Riau Islands, Java, Bali, Kalimantan
f. Jenis racun : Neurotoxin dan haemotoxin, membunuh manusia sekitar 3 menit



Species : Trimeresurus albolabris
N.I. : Truno Bamban (Jawa), Ular gadung; Ular hijau; Oraj bungka (Java)
a. Ciri-ciri :
• Tubuh berwarna hijau dari kepala hingga ujung badan
• Kepala segitiga penuh, bersisik keras
• Bagian punggung ekor berwarna merah.
• Jika marah membentuk spiral atau letter S untuk siap menyerang
• Habitat : pohon, di daerah dengan ketinggian hingga 3000 dpl
b. Aktivitas : noctural
c. Tipe gigi : solenoglypha
d. Makanan : Tikus, burung, katak, telur
e. Distribusi : Sumatra, Bangka, Java, Madura, Bali and Sulawesi




"From sioux journal and wikipedia"

Jumat, 06 Mei 2011

PROFIL KEANGGOTAAN KOMPAK

KOMPAK (KOMUNITAS MAHASISWA PENCINTA ALAM DAN KONSERVASI)



Kompak adalah sebuah komunitas anak-anak muda yang terdiri atas 8 orang mahasiswa/i jurusan biologi non-kependidikan angkatan 2008 UNIMED. KOMPAK berdiri pada hari, selasa 8 Maret 2011. Komunitas ini berdiri atas asas kekeluargaan yang mempunyai visi dan misi yang sama,adapun  visi misi yang di junjung adalah sebagai berikut:
Visi :
·         Mencintai dan melestarikan alam
Misi     :
  • Memberi informasi mengenai Flora dan Fauna di alam
  • Menciptakan kekompakan diantara sesama anggota
  • Mempelajari dan mengembangkan pengetahuan mengenai Flora dan Fauna di alam
Awalnya komunitas ini berdiri dengan bertujuan untuk mengumpulkan data kasar dalam langkah untuk menulis proposal skripsi dan menghabiskan waktu luang dengan cara bermain sambil belajar dan diharapkan dengan terbentuknya kelompok belajar ini kami memiliki kemandirian dalam memandu diri sendiri dan memandu orang lain ketika di lapangan serta terbentuk pula pribadi yang sadar akan apa yang benar-benar di butuhkan untuk dirinya sendiri dan apa yang dibutuhkan oleh orang lain (perkataan abang pembimbing kami a.k.a bang Radiansah Hadi Chandra) . Komunitas ini juga terbentuk untuk menambah pengetahuan tentang flora dan fauna di alam sekitar, dengan mengetahui tentang flora dan fauna alam sekitar maka akan tercipta rasa cinta terhadap alam, dengan rasa cinta ini la di harapkan kami dapat melakukan konservasi terhadap alam setidaknya kami dapat mengetahui mana flora dan fauna endemik yang mulai langka atau genting status kelimpahannya. Kami juga berharap mudah-mudahan segala informasi yang kami wacanakan dalam blog ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pencari informasi. KOMPAK memiliki seseorang yang menjadi sumber inspirasi dan sangat berpengaruh bagi kelompok ini, dapat dikatakan dia adalah orang yang dapat di jadikan teman,abang, bapak serta pembimbing yang dapat diandalkan untuk diskusi dan sharing ketika KOMPAK berada dalam masalah, dia adalah kakanda tercinta kami yaitu Radiansah Hadi Chandra, Spd, Msi
Disini kami berterima kasih yang sebesar-besarnya terhadap abang karena mau membimbing kami baik dari segi ilmu maupun motivasi terlebih-lebih mau membayari minum kami ber-8 ketika diskusi. Hahhahhhahhha
Baiklah tanpa banyak cerita kami akan memperkenalkan profil serta kedudukan kami dalam komunitas ini :



KOORDINATOR LAPANGAN:
Nama         : Rianto H Manalu
TTL           : Dolok Sanggul, 15 Februari 1990
Alamat       : Medan, Jl. Karya Kusuma No 139
Status        : Mahasiswi
Hobbi         : membaca buku, berpetualang
No Hp        : 085760820319
Email          : rianto.manaloe@gmail.com
FB              : Riant Si Manusia Biasa
Motto        : Hidup untuk dijalani bukan untuk dipikirkan

 SEKRETARIS:

Nama          : Siti Kumala Sari
TTL            : Simaninggir, 20 Maret 1990
Alamat       : Jl. Pimpinan, Gang Suka Rahmat No. 6, Medan
Status         : Mahasiswi
Hobbi         : Membaca (apa saja yang penting masuk ke otak) dan mandangin langit.
No HP        : 085270836200
Email          : qhumaljawa@ymail.com
FB              : Siti Kumala Sari
                     Motto         :  Jangan membayangkan hasilnya, tapi nikmatilah prosesnya.

BENDAHARA:
Nama           : Ratih Fitria Nengsih
Ttl                : Tapan, 28 April 1990
Alamat         : Jl. Ismail Harun No 21 B Gg. Murai Titi Sewa Tembung. Medan
Hobi            : Nonton, Baca komik
Cita-cita      : Dosen
Status         : Mahasiswi Biologi 
Motto         : Jadi yang terbaik di manapun J
Email         : cinengratih@yahoo.com
No Hp       : 081263622115
KOORDINATOR PERALATAN:
Nama          : Roihotma Sihotang (Marchantia polymorpha)
TTL            : Pematangsiantar,09 July 1990
Alamat       : Jl. Pratun Ujung no : 01, Medan Estate.
Status         : Mahasiswa
Hobbi         : Ekspedisi
No HP        : 082167957050
Motto      : pantun hangoluan, tois hamatean (kebaikan akan memberikan kehidupan yang baik, tetapi kecurangan akan menghancurkan segalanya). Imatutu …….
KOORDINATOR INVENTARISASI:
Nama          : Maya Anjelir Antika
TTL            : Medan,14 Mei 1990
Alamat       : Medan, Jl. Denai Gg. Bilal (Sumut)
Status         : Mahasiswi
Hobbi         : Masak cake, nyanyi, traveling, swimming
No HP        : 085262060724
Email          : mayaanjelir@ymail.com
FB              : maya anjelir antika emsab
Motto        : hidup adalah pilihan, impian, kesuksesan… raihlah sukses dengan penuh keyakinan   dan kerja keras



KOORDINATOR P3K:
Nama          : Mahdalena Batubara
TTL            : Siligawan Gadang,20 Maret 1989
Alamat       : Siligawan Gadang, Pasaman Barat, ( SumBar )
Status         : Mahasiswi
Hobbi         : Baca buku cerita
No HP        : -
Email          : mahdalena21@ymail.com
FB              : silga batubaradoo
Motto : b’rusaha melakukan yang terbaik buat Mereka..:)


 


KOORDINATOR DOKUMENTASI (1):

Nama          : Romaita Newanti Lumban Raja
TTL            : Surabaya, 30 April 1990
Alamat       : Jl. Flamboyan Raja Komp Villa Setia Budi Flamboyan Blok N-45
                   Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Sumatera Utara
Status         : Mahasiswi
Hobbi         : ngumpulin serangga. (walau pun masih dikit koleksinya)
No Rumah  : 061 8224545
No HP        : 0821
Email          : punyae.roma@gmail.com
FB              : Romaita Newanti Lumban Raja
Motto :           Jangan pernah menyerah sebelum pernah mencoba.




KOORDINATOR DOKUMENTASI (2): 
Nama         : Zen Ladestam Siallagan
Ttl               : Parapat (Girsang 1), 1 Januari 1990
Alamat        : Jl. Slamat Ketaren No 34 Medan
Hobi           : Berpikir,Membaca,Maen Sepak Bola, Berenang
Status         : Mahasiswa Biologi
Cita-cita     : Dosen, Ilmuwan, Konsultan , Pendeta
Email          : zen.siallagan@yahoo.com
Motto         : BERJUANG UNTUK SEGALA SESUATU, MENJADI TELADAN   
                     DAN MOTIVATOR, DAN  BIJAKSANA DALAM HIDUP.
No Hp        : 081375608702

Sabtu, 30 April 2011

gunung sibayak





indahyaaaa gunung sibayak.....

Avicennia officinali

Avicennia officinalis L.

·         Nama setempat : api-api, api-api daun lebar, api-api ludat, sia-sia putih, papi, api-api kacang, merahu, marahuf.
·         Deskripsi umum : Pohon, biasanya memiliki ketinggian sampai 12 m, bahkan kadang-kadang sampai 20 m. Pada umumnya memiliki akar tunjang dan akar nafas yang tipis, berbentuk jari dan ditutupi oleh sejumlah lentisel. Permukaan kulit kayu bagian luar halus berwarna hijau-keabu-abuan sampai abu-abu-kecoklatan.
Gambar 1. Avicennia pada habitatnya.

·         Daun : Berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau-kekuningan atau abu-abu-kehijauan di bagian bawah. Permukaan atas daun ditutupi oleh sejumlah bintik-bintik kelenjar berbentuk cekung. Unit & Letak : sederhana & berlawanan. Bentuk : bulat telur terbalik, bulat memanjang-bulat telur terbalik atau elipsbulat memanjang. Ujung : membundar, menyempit ke arah gagang. Ukuran : 12,5 x 6 cm.
Gambar 2. daun avicennia

·         Bunga : Susunan seperti trisula dengan bunga bergerombol muncul di ujung tandan, bau menyengat. Daun mahkota bunga terbuka tidak beraturan, semakin tua warnanya semakin hitam, seringkali tertutup oleh rambut halus dan pendek pada kedua permukaannya. Letak : di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Formasi : bulir (2-10 bunga per tandan). Daun Mahkota : 4; kuning-jingga, 10-15 mm. Kelopak Bunga : 5. Benang sari: 4; lebih panjang dari daun mahkota bunga.
Buah : Bentuk seperti hati, ujungnya berparuh pendek, warna kuning kehijauan. Permukaan buah agak keriput dan ditutupi rapat oleh rambut-rambaut halus yang pendek. Ukuran : sekitar 2 x 3 cm.


 Gambar 3. bunga Avicennia officinali
· 
·         Ekologi : Tumbuh di bagian pinggir daratan rawa mangrove, khususnya di sepanjang sungai yang dipengaruhi pasang surut dan mulut sungai. Berbunga sepanjang tahun.


Gambar 4. ekologi Avicennia officinali
·         Penyebaran :Tersebar di seluruh Indonesia. Juga tersebar dari India selatan sampai Malaysia dan Indonesia hingga PNG dan Australia timur.
·         Kelimpahan : Umum.
·         Manfaat : Buah dapat dimakan. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Getah kayu dapat digunakan sebagai bahan alsat kontrasepsi.

Rizophora mucronata

 Rhizophora mucronata Lmk.
Deskripsi umum :
Pohon dengan ketinggian mencapai 27 m, jarang melebihi 30 m. Batang memiliki diameter hingga 70 cm dengan kulit kayu berwarna gelap hingga hitam dan terdapat celah horizontal. Akar tunjang dan akar udara yang tumbuh dari
percabangan bagian bawah.
















Daun :
Daun berkulit. Gagang daun berwarna hijau, panjang 2,5-5,5 cm. Pinak daun terletak pada pangkal gagang daun berukuran 5,5-8,5 cm. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: elips melebar hingga bulat memanjang. Ujung: meruncing. Ukuran: 11-23 x 5-13 cm.








Bunga :
Gagang kepala bunga seperti cagak, bersifat biseksual, masing-masing menempel pada gagang individu yang panjangnya 2,5-5 cm. Letak: di ketiak daun. Formasi: Kelompok (4-8 bunga per kelompok). Daun mahkota: 4;putih, ada rambut. 9 mm. Kelopak bunga: 4; kuning pucat, panjangnya 13-19 mm. Benang sari: 8; tak bertangkai.






Buah :
Buah lonjong/panjang hingga berbentuk telur berukuran 5-7 cm, berwarna hijaukecoklatan, seringkali kasar di bagian pangkal, berbiji tunggal. Hipokotil silindris, kasar dan berbintil. Leher kotilodon kuning ketika matang. Ukuran: Hipokotil: panjang 36-70 cm dan diameter 2-3 cm.








Ekologi :
Di areal yang sama dengan R.apiculata tetapi lebih toleran terhadap substrat yang lebih keras dan pasir. Pada umumnya tumbuh dalam kelompok, dekat atau pada pematang sungai pasang surut dan di muara sungai, jarang sekali tumbuh pada daerah yang jauh dari air pasang surut. Pertumbuhan optimal terjadi pada areal yang tergenang dalam, serta pada tanah yang kaya akan humus. Merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang paling penting dan paling tersebar luas. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Anakan seringkali dimakan oleh kepiting, sehingga menghambat pertumbuhan mereka. Anakan yang telah dikeringkan dibawah naungan untuk beberapa hari akan lebih tahan terhadap gangguan kepiting. Hal tersebut mungkin dikarenakan adanya akumulasi tannin dalam jaringan yang kemudian melindungi mereka.
Penyebaran :
Afrika Timur, Madagaskar, Mauritania, Asia tenggara, seluruh Malaysia dan Indonesia, Melanesia dan Mikronesia. Dibawa dan ditanam di Hawaii.
Manfaat :
Kayu digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Tanin dari kulit kayu digunakan untuk pewarnaan, dan kadang-kadang digunakan sebagai obat dalam kasus hematuria (perdarahan pada air seni). Kadang-kadang ditanam di sepanjang tambak untuk melindungi pematang.